2025-05-19 B. INDO PSAJ

A. Teks deskripsi

  1. Menentukan ide pokok
    • Menentukan ide pokok: Ide pokok adalah inti atau gagasan utama yang mendasari sebuah paragraf. Untuk menemukannya, bacalah keseluruhan teks dengan teliti, lalu cari kalimat utama yang biasanya terletak di awal paragraf (deduktif), di akhir (induktif), atau di keduanya. Kalimat lainnya berfungsi sebagai penjelas.
  2. Menentukan watak tokoh
    • Menentukan watak tokoh: Watak tokoh dapat dianalisis melalui gambaran fisik tokoh, tingkah laku, cara berbicara (dialog), lingkungan tempat tokoh berada, dan pemaparan secara langsung oleh penulis. Amati tindakan serta respon tokoh terhadap suatu masalah untuk menyimpulkan sifatnya.
  3. Menentukan konjungsi
    • Menentukan konjungsi: Konjungsi adalah kata penghubung antar-kata, antar-frasa, antar-klausa, atau antar-kalimat. Pada teks deskripsi, biasanya sering dijumpai konjungsi penambahan (seperti: dan, serta), konjungsi pertentangan (seperti: tetapi, melainkan), dan konjungsi rincian. Temukan kata yang berfungsi merangkai dan memperjelas detail deskripsi tersebut.

B. Puisi Rakyat/Puisi Lama

  1. Menentukan larik rumpang pada pantun
    • Menentukan larik rumpang pada pantun: Pantun memiliki ciri khas bersajak silang (a-b-a-b). Dua baris pertama adalah sampiran dan dua baris terakhir adalah isi. Jika yang rumpang adalah bagian isi, perhatikan rima akhir pada bagian sampiran agar selaras. Selain itu, pastikan jumlah suku kata idealnya 8 hingga 12 suku kata per baris dan kalimatnya memiliki makna atau pesan yang utuh.
  2. Mampu menemukan gurindam
    • Mampu menemukan gurindam: Gurindam mudah dikenali karena terdiri dari dua baris dalam satu bait, memiliki rima yang sama (a-a), dan memuat nasihat, nilai moral, atau agama. Baris pertama biasanya memuat masalah atau syarat, sedangkan baris kedua merupakan jawaban atau akibat dari baris pertama.

C. Surat pribadi dan dinas/resmi

  1. Membuat contoh penggalan surat
    • Membuat contoh penggalan surat:
    • Penggalan surat pribadi (Pembuka): "Halo Rina, apa kabar? Semoga kamu di Bandung sehat dan baik-baik saja ya. Aku di sini sangat merindukanmu."
    • Penggalan surat dinas (Pembuka): "Dengan hormat, sehubungan dengan pelaksanaan ujian akhir semester, kami mengundang Bapak/Ibu wali murid untuk hadir pada pertemuan yang akan diselenggarakan pada waktu berikut."
  2. Memahami isi surat pribadi
    • (ya isinya gitu jir)
  3. Memahami isi struktur surat pribadi
    • Memahami isi struktur surat pribadi: Terdiri dari tempat dan tanggal penulisan, alamat/nama tujuan, salam pembuka, paragraf pembuka, isi surat, paragraf penutup, salam penutup, serta nama dan tanda tangan pengirim.
  4. Memahami isi surat dinas/resmi
    • Memahami isi surat dinas/resmi: Surat ini berisi hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan institusi, lembaga, atau organisasi. Isinya bisa berupa undangan rapat, pemberitahuan resmi, permohonan izin, atau surat tugas. Bahasanya baku, efektif, jelas, dan mematuhi PUEBI.
  5. Memahami isi struktur surat dinas
    • Memahami isi struktur surat dinas: Mencakup kepala surat (kop surat), nomor surat, tanggal surat, lampiran, perihal/hal, alamat tujuan, salam pembuka, isi surat (pembuka, inti, penutup), salam penutup, serta nama, jabatan, tanda tangan, dan stempel instansi pengirim.
  6. Menentukan pronomina (pronoun)
    • Menentukan pronomina: Pronomina adalah kata ganti orang. Pada surat pribadi sering memakai pronomina persona bebas seperti aku, kamu, kita, kalian, atau sapaan akrab. Pada surat dinas, pronomina yang wajib digunakan adalah ragam resmi seperti kami (mewakili instansi), Bapak/Ibu, Saudara, dan tidak menggunakan kata ganti aku atau kamu.

D. Teks berita

  1. Menemukan gagasan pokok
    • Menemukan gagasan pokok: Gagasan pokok sebuah berita diletakkan di bagian paling atas atau disebut kepala berita (lead). Bacalah paragraf pertama teks berita karena di sanalah inti peristiwa dan informasi paling penting dirangkum.
  2. Menentukan makna kata
    • Menentukan makna kata: Makna kata pada teks berita selalu didasarkan pada konteks kalimat faktual. Berita menggunakan makna denotatif (makna sebenarnya atau makna kamus) guna menghindari kesalahpahaman atau ambiguitas bagi pembacanya.
  3. Menentukan kalimat fakta
    • Menentukan kalimat fakta: Kalimat fakta memuat peristiwa yang benar-benar terjadi, bukan rekayasa, berisi data yang akurat (angka, waktu, nama tempat, nama tokoh), dapat dibuktikan kebenarannya, dan bersifat objektif tanpa adanya unsur perasaan atau opini penulis.
  4. Memahami struktur teks berita
    • Memahami struktur teks berita: Teks berita menggunakan struktur piramida terbalik. Bagian puncaknya adalah kepala berita (lead) yang sangat krusial, diikuti tubuh berita (body) yang berisi rincian peristiwa, dan diakhiri dengan ekor berita yang berisi informasi tambahan yang sifatnya kurang penting.
  5. Menemukan kalimat majemuk
    • Menemukan kalimat majemuk: Kalimat ini memiliki lebih dari satu struktur klausa (subjek dan predikat lebih dari satu). Di teks berita, kalimat majemuk sering ditandai oleh kata hubung seperti karena, ketika, sehingga, bahwa, dan, atau.
  6. Menemukan ADIKSIMBA
    • Menemukan ADIKSIMBA: Unsur utama berita terdiri dari unsur Apa (peristiwa yang terjadi), Di mana (lokasi kejadian), Kapan (waktu terjadinya peristiwa), Siapa (pihak yang terlibat), Mengapa (penyebab kejadian), dan Bagaimana (proses kronologi atau keadaan saat peristiwa berlangsung).
  7. Menemukan konjungsi
    • Menemukan konjungsi: Teks berita didominasi oleh konjungsi kronologis/temporal (kemudian, setelah itu, sejak, awalnya) yang merangkai urutan waktu, serta konjungsi penerang (bahwa) yang biasanya digunakan saat mengutip pernyataan langsung dari narasumber.
  8. Menentukan jenis berita
    -?

E . Puisi

  1. Menemukan unsur-unsur puisi
    • Menemukan unsur-unsur puisi: Puisi dibentuk oleh unsur fisik dan batin. Unsur fisik terdiri dari tipografi (bentuk wajah puisi), diksi (pilihan kata), imaji, gaya bahasa (majas), dan rima/irama. Unsur batin terdiri dari tema, nada, rasa, dan amanat (pesan).
  2. Mampu menemukan citraan/imaji dalam puisi
    • Mampu menemukan citraan/imaji dalam puisi: Citraan adalah pilihan kata yang merangsang pancaindra pembaca seolah mereka ikut merasakan. Citraan terdiri dari penglihatan (visual), pendengaran (auditori), perabaan (taktil), penciuman (olfaktori), pengecapan (gustatori), dan gerak (kinestetik).
  3. Menemukan jenis majas dalam puisi
    • Menemukan jenis majas dalam puisi: Majas digunakan untuk memberi efek estetis. Majas yang paling sering digunakan antara lain personifikasi (mengumpamakan benda mati seperti manusia), metafora (kiasan langsung), simile (perbandingan menggunakan kata seperti, bagai, bak), dan hiperbola (pernyataan yang melebih-lebihkan).
  4. Memahami isi puisi
    • Memahami isi puisi: Untuk memahami isi puisi, pembaca dapat melakukan parafrase, yakni menambahkan sisipan kata atau tanda baca secara bebas agar susunan kalimat kiasan dalam puisi berubah menjadi kalimat naratif yang mudah dimengerti maknanya. (gatau ah)
  5. Makna dalam puisi
    • Makna dalam puisi: Makna puisi dipahami dengan mengaitkan seluruh diksi, majas, dan tema yang digunakan. Makna merupakan pesan mendalam (baik tersurat maupun tersirat) yang menjadi alasan penyair menciptakan bait-bait puisi tersebut.

F. Resensi

  1. Menemukan tanggapan yang tepat dalam resensi
    • Menemukan tanggapan yang tepat dalam resensi: Tanggapan bisa berupa ulasan kelebihan, kekurangan, apresiasi, atau kritik terhadap suatu karya. Tanggapan yang baik harus objektif, beralasan kuat, masuk akal, dan disertai bukti (contohnya kutipan dari dalam teks/buku) yang mendukung pernyataan tersebut.
  2. Memahami isi resensi
    • Memahami isi resensi: Resensi secara menyeluruh berisi identitas karya (judul, penulis, penerbit, tebal halaman), sinopsis atau ringkasan cerita, analisis keunggulan dan kelemahan karya, serta kesimpulan atau rekomendasi kepada pembaca apakah karya tersebut layak untuk dibaca/ditonton.

G. Teks rekon

  1. Mampu menemukan kalimat Kohesi dan koherensi
    • Mampu menemukan kalimat kohesi dan koherensi: Kohesi adalah keterikatan bentuk antar unsur bahasa, sedangkan koherensi adalah keterkaitan makna atau alur logika
  2. Mampu membedakan kohesi dan koherensi

  3. Mampu membedakan Kalimat fakta, opini, dan asumsi
    • Mampu membedakan Kalimat fakta, opini, dan asumsi: Fakta adalah kebenaran historis atau kejadian nyata yang bisa diverifikasi secara objektif (seperti tanggal dan tempat lahir pahlawan). Opini adalah sudut pandang, penafsiran, atau penilaian pribadi penulis mengenai sejarah tersebut. Asumsi adalah dugaan, perkiraan, atau anggapan yang belum terbukti kebenarannya secara mutlak.

H. Teks pidato

  1. Mampu menentukan metode pidato
    • Mampu menentukan metode pidato: Terdapat empat metode yang sering digunakan; Metode naskah (membaca teks penuh secara langsung), metode hafalan/memoriter (menghafal naskah yang sudah ditulis), metode ekstemporan (pidato berbekal catatan kecil berisi poin-poin/garis besar), dan metode impromtu (berpidato secara mendadak atau spontan tanpa persiapan apa pun).

I. Teks prosedur

Powered by Forestry.md