2026-05-12 PJOK PSAJ
Kelas 7
Permainan fielding (permainan bola kasti)
Organisasi dan Tahun: PERKASIT (Persatuan Kasti Seluruh Indonesia). Permainan ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Gerak Spesifik: Melempar bola (melambung, mendatar, menyusur tanah), menangkap bola, memukul bola, dan berlari.
Peraturan Bermain: Dimainkan 2 regu (12 pemain per regu), ada pemukul dan penjaga, pemukul memiliki 1 kali kesempatan (kecuali pembebas 3 kali), poin 1 jika lari bertahap, poin 2 jika lari bolak-balik tanpa terkena bola (home run).
Posisi Bermain: Pemukul (Batter), Pelambung (Pitcher), dan Penjaga (Fielders).
Atletik (nomor lari)
Organisasi dan Tahun: PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) berdiri 1950. IAAF (Internasional) berdiri 1912.
Gerak Spesifik: Start jongkok (crouching start), gerakan lari (ayunan lengan dan langkah kaki), dan teknik memasuki garis finish.
Peraturan Bermain: Harus lari di lintasan sendiri, tidak boleh mencuri start (diskualifikasi setelah peringatan), dilarang menghalangi lawan.
Posisi Bermain: Pelari (Sprinter).
Senam lantai
Organisasi dan Tahun: PERSANI (Persatuan Senam Indonesia) berdiri 1963. FIG (Internasional) berdiri 1881.
Gerak Spesifik: Guling depan (forward roll), guling belakang (backward roll), sikap lilin, kayang, dan guling lenting.
Peraturan Bermain: Dilakukan di atas matras ukuran 12x12 meter, gerakan harus memenuhi unsur estetika, kesulitan, dan keseimbangan.
Posisi Bermain: Pesenam (Gymnast).
Kelas 8
Permainan invasi (permainan bola basket)
Organisasi dan Tahun: PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) berdiri 1951. FIBA berdiri 1932.
Gerak Spesifik: Melempar dan menangkap (chest pass, bounce pass, overhead pass), menggiring (dribbling), menembak (shooting), dan lay-up shoot.
Peraturan Bermain: 5 vs 5 pemain, waktu 4 x 10 menit, dilarang membawa bola tanpa dribble (walking), dilarang mendribble bola setelah berhenti (double).
Posisi Bermain: Point Guard (PG), Shooting Guard (SG), Small Forward (SF), Power Forward (PF), dan Center (C).
Atletik (nomor lompat)
Organisasi dan Tahun: PASI (1950).
Gerak Spesifik: Awalan (lari cepat), tumpuan/tolakan (satu kaki terkuat), melayang di udara, dan mendarat.
Peraturan Bermain: Lompatan dianggap tidak sah jika kaki melewati garis tumpuan, pengukuran dilakukan dari bekas pendaratan terdekat dengan papan tumpuan.
Posisi Bermain: Pelompat (Jumper).
Beladiri (pencak silat)
Organisasi dan Tahun: IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) berdiri 1948. PERSILAT (Internasional) berdiri 1980.
Gerak Spesifik: Kuda-kuda, pola langkah, pukulan, tendangan, tangkisan, elakan, dan kuncian.
Peraturan Bermain: Tanding dilakukan dalam 3 babak, area tanding 10x10 meter, dilarang menyerang area leher ke atas dan kemaluan.
Posisi Bermain: Pesilat.
Pola makan (sehat, bergizi, seimbang)
Konsep Utama: Prinsip Gizi Seimbang yang menggantikan slogan lama (4 Sehat 5 Sempurna), menekankan pada proporsi makanan yang sesuai kebutuhan tubuh.
Komponen Gizi:
- Karbohidrat: Sebagai sumber energi utama (nasi, jagung, ubi).
- Protein: Sebagai zat pembangun sel tubuh (ikan, telur, tempe, tahu).
- Lemak: Sebagai cadangan energi dan pelindung organ.
- Vitamin & Mineral: Sebagai zat pengatur fungsi tubuh (sayuran dan buah-buahan).
- Air: Menjaga hidrasi dan metabolisme.
Panduan "Isi Piringku" (Kemenkes RI):
- 1/2 piring terdiri dari sayur dan buah-buahan.
- 1/2 piring sisanya terdiri dari makanan pokok (karbohidrat) dan lauk-pauk (protein).
- Membatasi asupan GGL (Gula, Garam, Lemak/Minyak).
Kelas 9
Permainan invasi (permainan sepak bola)
Organisasi dan Tahun: PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) berdiri 1930. FIFA berdiri 1904.
Gerak Spesifik: Menendang (kaki dalam, luar, punggung), menghentikan bola (trapping), menggiring (dribbling), dan menyundul (heading).
Peraturan Bermain: 11 vs 11 pemain, waktu 2 x 45 menit, pelanggaran berbuah kartu kuning/merah, adanya aturan offside.
Posisi Bermain: Kiper (Goalkeeper), Bek (Defender), Gelandang (Midfielder), Penyerang (Forward/Striker).
Permainan net (permainan bola voli)
Organisasi dan Tahun: PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) berdiri 1955. FIVB berdiri 1947.
Gerak Spesifik: Passing bawah, passing atas, servis (bawah/atas), smash/spike, dan bendungan (block).
Peraturan Bermain: 6 vs 6 pemain, sistem rally point (skor 25), maksimal 3 kali sentuhan per tim sebelum bola diseberangkan.
Posisi Bermain: Setter/Tosser, Spiker/Smasher, Libero, Blocker.
Aktivitas gerak berirama - Kebugaran jasmani
Organisasi dan Tahun: FIG (Senam) atau Kemenpora.
Gerak Spesifik: Langkah kaki (march, lunges, dll), ayunan lengan, koordinasi gerak dengan irama musik. Kebugaran meliputi kekuatan, kelenturan, dan daya tahan jantung.
Peraturan Bermain: Dilakukan sesuai durasi (pemanasan, inti, pendinginan), mengikuti ketukan irama/musik.
Posisi Bermain: Pesenam/Peserta aktivitas.
P3K
Tujuan: Menyelamatkan jiwa, mencegah cedera bertambah parah, dan menunjang
penyembuhan sebelum tim medis datang.
- List Cedera dan Penanganan:
- Luka Lecet/Sayat:
- Penanganan: Bersihkan luka dengan air mengalir, berikan antiseptik
(obat merah), dan tutup dengan plester atau kasa steril jika perlu.
- Penanganan: Bersihkan luka dengan air mengalir, berikan antiseptik
- Mimisan:
- Penanganan: Duduk tegak, condongkan tubuh sedikit ke depan (jangan
menengadah), jepit cuping hidung selama 5-10 menit, dan bernapas
melalui mulut.
- Penanganan: Duduk tegak, condongkan tubuh sedikit ke depan (jangan
- Keseleo (Terkilir):
- Penanganan (Metode RICE):
- Rest: Istirahatkan bagian yang cedera.
- Ice: Kompres dengan es untuk mengurangi bengkak.
- Compression: Balut dengan perban elastis.
- Elevation: Tinggikan posisi bagian yang cedera di atas level
jantung.
- Penanganan (Metode RICE):
- Luka Bakar Ringan (Kemerahan):
- Penanganan: Alirkan air biasa (bukan air es) pada bagian luka
selama 10-15 menit. Jangan pecahkan jika ada lepuhan.
- Penanganan: Alirkan air biasa (bukan air es) pada bagian luka
- Pingsan:
- Penanganan: Baringkan terlentang, posisikan kaki lebih tinggi dari
kepala (sekitar 20-30 cm), longgarkan pakaian yang ketat, dan beri
aroma menyengat (minyak kayu putih).
- Penanganan: Baringkan terlentang, posisikan kaki lebih tinggi dari
- Patah Tulang:
- Penanganan: Jangan mencoba mengembalikan posisi tulang. Lakukan
pembidaian (fiksasi dengan papan) untuk menjaga agar bagian yang
patah tidak bergerak, lalu segera bawa ke rumah sakit.
- Penanganan: Jangan mencoba mengembalikan posisi tulang. Lakukan
- Luka Lecet/Sayat: